Apa yang diharapkan dari sebuah perkenalan ? Apakah itu pertemanan, persahabatan, atau bahkan pernikahan. Yang pasti bukanlah sebuah permusuhan.
Namanya juga berkenalan, berusaha memahami satu sama lain. Mencoba saling mengerti apa yang disuka dan dibenci. Lalu kenapa dua pihak yang memulai segalanya dengan baik tiba-tiba saja bermusuhan ? Mungkin karena di kemudian hari mereka berselisih. Atau saling mempertahankan ego masing-masing.
Dua sahabat tiba-tiba tak saling sapa karena berbeda pendapat. Memutuskan untuk berjalan masing-masing karena menjadi satu terlalu berseberangan. Sepasang adam hawa saling menyakiti, hingga kemudian memilih pergi atau mati. Nyatanya usia perkenalan yang cukup lama pun kadang bukan jaminan dua sahabat akan selamanya berangkulan. Bukan jaminan juga dua orang yang memutuskan menikah akan terus sejalan.
Saya teringat pepatah lama, Janma Tan Kena Kinira Kinaya Ngapa. Manusia itu sulit diduga dan dikira. Mungkin itu salah satu penyebabnya. Kenapa persahabatan berubah menjadi permusuhan. Kenapa cinta menjadi benci. Iya, manusia memang sulit diduga dan dikira. Si A yang awalnya baik ternyata suka mencela. Si B yang awalnya sopan berubah jadi manusia yang kasar. Si C yang terlihat jahat ternyata justru menjadi malaikat pelindung. Ah.. Janma Tan Kena Kinira Kinaya Ngapa.
Andai semudah itu menebak isi hati manusia, isi kepala manusia. Tentunya tak akan ada ketidakcocokan di kemudian hari. Tak akan ada persahabatan yang goyah hanya karena perbedaan pendapat. Tidak akan ada hati yang tersakiti karena sifat buruk pasangannya. Dan tentunya kita akan lebih mudah memutuskan siapa sahabat kita, siapa pendamping kita, tanpa rasa penyesalan di kemudian hari.

Huhu iya jugaa yaaa
BalasHapusso true
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIya yaa
BalasHapus